Deteksi Dini Kanker Payudara (dr. Sulistyo Budiman, Sp. B (K) Onk. FINASC

Selasa, 27 September 2022

Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel, duktus maupun lobulusnya.


Payudara merupakan organ yang mulai tumbuh sejak minggu keenam masa embrio berupa penebalan pada ectodermal sepanjang milk line yang terletak dari aksila sampai pertengahan lipatan paha. Dalam perkembangannya pertumbuhan di milk line itu akan menjadi rudimenter dan hanya menetap di daerah dada saja. Kelenjar payudara menjadi fungsional saat pubertas dan akan memberikan respons terhadap estrogen pada perempuan. Kelenjar payudara mencapai puncak perkembangan saat hamil dan berfungsi memproduksi air susu setelah melahirkan. Selanjutnya payudara mengalami involusi saat menopause.


Dari data WHO tahun 2020 penderita kasus baru kanker payudara mencapai 2,3 juta perempuan, merupakan 11,7% dari kasus baru dari seluruh kanker (19,3 juta orang kasus baru). Merupakan jenis kanker pertama tertinggi pada wanita, dengan kasus baru 24,5% dari seluruh kanker pada perempuan (9,2 juta perempuan kasus baru). Atau 1 dari 4 kasus baru kanker perempuan. Dengan angka kematian sebesar 682.000 orang (15,5%) dan menjadikan 1 dari 6 perempuan sebagai penyebab kematian perempuan penderita kanker di seluruh dunia (4,4 juta kematian akibat kanker). Kanker payudara merupakan masalah yang cenderung meningkat pada negara dengan sumber daya terbatas dimana insidensinya meningkat sebanyak 5% setiap tahun (Globocan,WHO,2020).

Di Indonesia kanker payudara merupakan kanker pertama tertinggi pada perempuan dengan kasus baru kanker payudara mencapai 65.858 perempuan, merupakan 16,6% dari kasus baru seluruh kanker di Indonesia (396.914 orang) dan menjadi 30,8% dari seluruh kasus kanker baru pada perempuan (213.546 kasus kanker baru perempuan). Dengan angka kematian 22.430 orang (9,6%) dari seluruh kematian akibat kanker di Indonesia.(Globocan, WHO,Indonesia,2020).

Berdasarkan data SIRS (Sistem Informasi Rumah Sakit) dimana penderita kanker payudara datang ke rumah sakit 60 -70% dalam stadium III – IV (Peraboi, Panduan Penatalaksanaan Kanker Payudara, 2015).

Kanker payudara merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan terjadinya pertumbuhan sel – sel abnormal secara tidak terkontrol pada kelenjar dan jaringan payudara. Sel – sel tersebut membelah diri lebih cepat dan diluar kendali sehingga jumlahnya berlebihan dan dapat menyebar ke organ tubuh lainnya.
Sampai saat ini patofisiologi kanker payudara masih belum diketahui secara pasti, sehingga upaya deteksi dini yang dilakukan hanya bertujuan untuk menemukan penderita kanker pada stadium yang masih awal. 
 
Tidak seperti kanker leher rahim yang dapat diketahui etiologi dan perjalanan penyakitnya secara jelas, penyakit kanker payudara belum dapat dijelaskan, tetapi banyak penelitian yang menunjukkan adanya beberapa faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko atau kemungkinan untuk terjadinya kanker payudara. Faktor-faktor itu disebut faktor risiko. Perlu diingat, apabila seseorang perempuan mempunyai faktor risiko, bukan berarti perempuan tersebut pasti akan menderita kanker payudara, tetapi faktor risiko tersebut akan meningkatkan kemungkinannya untuk terkena kanker payudara. Banyak perempuan yang mempunyai satu atau beberapa faktor risiko tidak akan pernah  menderita kanker payudara sampai akhir hidupnya.
 
 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pencegahan Infeksi dan Perlindungan Spesifik (Mardiana, SKM, MPH)

Kanker Leher Rahim di Indonesia (Mardiana, SKM, MPH)

Pencegahan Infeksi dan Perlindungan Spesifik (PL)